Pada tahun 2025, inisiasi pendirian Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Prodi PSI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mulai dirancang secara serius oleh pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. selaku Dekan FISIP UIN Walisongo Semarang, bersama jajaran pimpinan fakultas yakni Prof. Dr. Tolkhatul Khoir, M.Ag. selaku Wakil Dekan I, Dr. Moh. Khasan, M.Ag. selaku Wakil Dekan II, dan Dr. Parmudi, M.Si. selaku Wakil Dekan III. Keempat pimpinan tersebut menjadi motor utama dalam merumuskan arah strategis pembukaan program studi baru yang dinilai memiliki prospek besar, baik secara akademik maupun kebutuhan pasar kerja nasional. Inisiatif ini juga didorong oleh pembacaan terhadap kebutuhan masyarakat dan institusi pendidikan akan tenaga profesional yang mampu mengelola perpustakaan, arsip, data, literasi digital, dan sistem informasi secara terintegrasi.

Pada masa tersebut, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi jenjang sarjana di wilayah Jawa Tengah masih tergolong terbatas. Beberapa perguruan tinggi yang telah lebih dahulu menyelenggarakan program serupa antara lain Universitas Diponegoro (Undip), UIN Salatiga, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN Saizu), dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Keterbatasan jumlah program studi ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan Prodi PSI di UIN Walisongo Semarang masih sangat terbuka, terlebih UIN Walisongo memiliki kekhasan sebagai perguruan tinggi Islam negeri dengan paradigma Unity of Science yang memungkinkan integrasi antara ilmu perpustakaan, sains informasi, teknologi digital, nilai-nilai keislaman, dan kearifan lokal.

Berangkat dari kondisi tersebut, FISIP UIN Walisongo Semarang mulai melakukan berbagai langkah strategis secara sistematis dan bertahap, dimulai dari penyiapan sumber daya dosen sebagai fondasi utama pembukaan program studi baru. Pada tahap awal ini, FISIP UIN Walisongo secara aktif menghimpun dan menggaet sejumlah dosen serta tenaga kependidikan potensial dari berbagai unit di lingkungan internal UIN Walisongo Semarang yang dinilai memiliki kompetensi relevan untuk mendukung pendirian Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Salah satu figur kunci yang menjadi penguat utama adalah Muh Ahlis Ahwan, M.IP., yang pada saat itu dikenal sebagai satu-satunya dosen berlatar belakang Ilmu Perpustakaan di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang. Kehadiran Muh Ahlis Ahwan, M.IP. menjadi aset akademik penting karena memberikan legitimasi keilmuan utama dalam bidang perpustakaan sekaligus menjadi penggerak substantif dalam pengembangan dasar akademik Prodi PSI.

Selain itu, FISIP juga merangkul para pustakawan ahli di lingkungan Perpustakaan UIN Walisongo Semarang yang memiliki latar belakang akademik dan pengalaman kuat di bidang perpustakaan dan informasi, yakni Umar Falahul Alam, S.Ag., S.S., M.Hum., Ana Afida, S.Ag., SIPI., M.Hum., serta Bahrul Ulumi, S.Ag., S.S., M.Hum. Keterlibatan para pustakawan ini menjadi sangat strategis karena selain memperkuat aspek keilmuan perpustakaan praktis, mereka juga membawa pengalaman langsung dalam pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi, layanan informasi, preservasi koleksi, serta pengembangan budaya literasi akademik. Sinergi antara unsur dosen dan pustakawan ini menjadi salah satu kekuatan awal yang membedakan proses pendirian Prodi PSI UIN Walisongo dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan aplikatif.

Di sisi lain, sebagai respons terhadap kebutuhan era transformasi digital dan penguatan sains informasi, FISIP UIN Walisongo juga menggandeng sejumlah dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, sistem digital, dan kecerdasan buatan, yaitu Adzhal Arwani Mahfudh, M.Kom., Siti Nur’aini, M.Kom., Maya Rini Handayani, M.Kom., serta Mokhamad Iklil Mustofa, M.Kom. Keterlibatan para dosen FST ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa Prodi PSI tidak hanya berorientasi pada ilmu perpustakaan konvensional, tetapi juga memiliki penguatan signifikan dalam bidang teknologi informasi, data, digital systems, dan transformasi layanan informasi berbasis teknologi. Kolaborasi multidisipliner ini mencerminkan visi besar UIN Walisongo dalam membangun Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan masyarakat informasi.

Setelah fondasi sumber daya manusia mulai terbentuk, FISIP UIN Walisongo melanjutkan proses pendirian melalui penyusunan naskah akademik, studi kelayakan, benchmarking kurikulum ke sejumlah perguruan tinggi penyelenggara program sejenis, perumusan profil lulusan, hingga penyiapan sarana dan prasarana pendukung. Seluruh proses tersebut dilakukan secara intensif dengan tujuan agar Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi yang dibuka benar-benar memiliki keunggulan akademik, diferensiasi institusional, serta relevansi tinggi terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. UIN Walisongo Semarang kemudian memposisikan Prodi PSI sebagai program studi integratif yang menggabungkan ilmu perpustakaan, sains informasi, teknologi digital, literasi data, preservasi pengetahuan, kewirausahaan informasi, serta etika keislaman dalam kerangka Unity of Science. Dengan langkah strategis tersebut, pendirian Prodi PSI tidak hanya menjadi proyek pembukaan program baru, tetapi juga menjadi representasi visi kelembagaan UIN Walisongo dalam merespons masa depan pendidikan tinggi berbasis ilmu, teknologi, dan nilai.

Puncak dari proses panjang tersebut terwujud pada tanggal 6 Mei 2026 ketika Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi resmi memperoleh izin pembukaan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 508/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Program Sarjana pada Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang di Kota Semarang yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Terbitnya izin ini menandai lahirnya secara resmi Prodi PSI UIN Walisongo Semarang sebagai program studi baru yang diharapkan menjadi pusat pengembangan keilmuan perpustakaan dan sains informasi berbasis integrasi keilmuan, teknologi, dan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, pendirian Prodi PSI bukan hanya menjadi capaian administratif kelembagaan, tetapi juga tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan perpustakaan dan sains informasi di lingkungan UIN Walisongo Semarang serta kontribusinya bagi masyarakat luas.Profesional, Analis Data dan Informasi, Konsultan dan Wirausahawan Informasi, Peneliti Bidang Perpustakaan dan Informasi, serta Manajer Arsip dan Dokumentasi. Dengan profil tersebut, Prodi PSI UIN Walisongo hadir tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga perpustakaan konvensional, tetapi juga menjawab kebutuhan era society 5.0 yang menuntut kompetensi literasi digital, data intelligence, information ethics, dan knowledge management.

Berdirinya Prodi PSI FISIP UIN Walisongo Semarang pada tahun 2026 menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan keilmuan perpustakaan dan sains informasi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Program studi ini diharapkan menjadi pusat unggulan pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berakar pada nilai-nilai Islam, serta mampu berkontribusi bagi penguatan ekosistem pengetahuan, pendidikan, dan peradaban masyarakat Indonesia.